Laman

  • Beranda
  • Manajemen
  • SosBud
  • Pancasila
  • Sikripsi
  • Perkoperasian
  • Perbankan

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila


a. Nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa

    Sila Ketuhanan  YME ini nilai-nilainya meliputi dan menjiwai keempat sila lainnya.
Dalam sila Ketuhanan YME terkandung nilai bahwa negara yang didirikan adalah sebagai pengejawantahan tujuan manusia sebagai makhluk Tuhan YME. Oleh karena itu segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan negara bahkan moral negara, moral penyelenggara negara, pemerintahan  negara, hukum dan peraturan perundang-undangan negara, kebebasan dan hak asasi warga negara dijiwai nilai-nilai Ketuhanan YME.
Konsekwensinya realisasi kemanusiaan terutama dalam kaitannya dengan hak-hak dasar kemanusiaan (hak asasi manusia) bahwa setiap warga negara memiliki kebebasan untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keimanan dan kepercayaannya masing-masing. Hal ini dijamin dalam pasal 29 UUD 45 ayat (2) . Hal ini sekaligus juga sebagai perwujudan kebebasan atau demokrasi dalam kehidupan keagamaan.
Kebebasan manusia harus diletakkan dalam kerangka kedudukan manusia sebagai makhluk Tuhan, oleh karena itu tidak ada tempat bagi faham ateisme. Demikian juga kebebasan akal manusia juga harus diletakkan dibawah nilai Ketuhanan, konsekwensinya tidak ada tempat bagi kritik atas dasar akal terhadap nilai Ketuhanan YME
Demikian nilai-nilai etik yang terkandung dalam sila Ketuhanan YME yang dengan sendirinya sila pertama tsb mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya.


b.  Nilai-nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab


    Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab secara sistimatis didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan YME, serta mendasari dan menjiwai  ketiga sila berikutnya.
Sila kemanusiaan sebagai dasar fundamental dalam kehidupan negara, kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan. Nilai kemanusiaan ini bersumber pada dasar filosofis anthropologis bahwa hakekat manusia adalah susunan kodrat rokhani (jiwa) dan raga, sifat kodrat individu dan makhluk sosial, kedudukan   kodrat makhluk pribadi berdiri sendiri dan sebagai makhluk Tuhan YME.
Dalam sila kemanusiaan terkandung nilai-nilai bahwa negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagi makhluk yang beradab.
Kemanusiaan yang adil dan beradab  adalah mengandung nilai suatu kesadaran sikap moral dan tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi  budi nurani manusia dalam hubungan dengan norma-norma kebudayaan baik terhadap diri sendiri, sesama manusia maupun lingkungan. Nilai kemanusiaan  yang beradab adalah perwujudan nilai kemanusiaan sebagai makhluk yang berbudaya bermoral dan beragama.
Oleh karena itu dalam kehidupan bersama dalam negara harus dijiwai oleh moral kemanusiaan  untuk saling menghargai sekalipun terdapat perbedaan karena hal itu merupakan suatu bawaan kodrat manusia untuk saling menjaga keharmonisan dalam kehidupan bersama.
Nilai kemanusiaan yang adil mengandung suatu makna bahwa hakekat manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan beradab harus berkodrat adil.
Konsekuensinya nilai yang terkandung dalam kemanusiaan yang adil yang  beradab adalah menjunjung tinggi ; harkat martabat manusia sebagai makhluk Tuhan YME, menjunjung tinggi hak-hak azasi  manusia, menghargai asas kesamaan hak dan derajat tanpa membedakan suku, ras, keturunan, status sosial, maupun agama.


c.  Nilai-nilai Persatuan Indonesia


    Nilai yang terkandung dalam sila Persatuan Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan keempat sila lainnya karena seluruh sila merupakan suatu kesatuan yang bersifat sistematik. Persatuan Indonesia didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan YME dan Kemanusiaan yang adil dan beradab serta mendasari dan menjiwai sila Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan dan Keadilan  bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam sila Persatuan Indonesia terkandung nilai bahwa negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia monodualis yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial . Negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup bersama diantara elemen-elemen yang membentuk negara yang berupa ; suku,  ras, kelompok, golongan maupun kelompok agama.
Oleh karena itu perbedaan adalah merupakan bawaan kodrat manusia dan juga merupakan ciri khas elemen-elemen yang membentuk negara.
Konsekuensinya negara adalah beraneka ragam tetapi satu, mengikatkan diri dalam suatu persatuan yang dilukiskan dalam suatu seloka Bhinneka Tunggal Ika.
Perbedaan bukannya untuk diruncingkan menjadi konflik dan permusuhan melainkan diarahkan pada suatu sintesa yang saling menguntungkan yaitu persatuan dalam kehidupan bersama untuk mewujudkan tujuan bersama.
    Nilai Persatuan Indonesia didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan YME dan Kemanusian Yang Adil dan Beradab. Hal ini terkandung nilai bahwa  nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme religius
yaitu nasionalisme yang bermoral Ketuhanan YME, nasionalisme yang humanistik yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan.



d.  Nilai-nilai  kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.


    Nilai yang terkandung dalam sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan didasari oleh sila Ketuhanan YME , Kemanusiaan yang adil dan beradab serta persatuan Indonesia dan mendasari dan menjiwai sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
    Hakekat rakyat adalah merupakan sekelompok manusia sebagai makhluk Tuhan YME yang bersatu yang bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia dalam suatu wilayah negara.
Rakyat adalah merupakan subyek pendukung pokok negara. Negara adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat oleh karena itu rakyat adalah merupakan asal mula  kekuasaan negara, sehingga dalam sila kerakyatan terkandung nilai demokrasi yang secara mutlak harus dilaksanakan dalam hidup negara.

Maka nilai-nilai demokrasi yang terkandung adalah :

1)    Adanya kebebasan  yang harus disertai dengan rasa tanggung jawab.
2)    Menjunjung harkat dan martabat kemanusiaan.
3)    Menjamin dan memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam hidup  bersama
4)    Mengakui atas perbedaan individu, ras, kelompok, suku dan agama
5)    Mengakui adanya persamaan hak yang melekat pada setiap individu, kelompok, ras, suku dan agama
6)    Mengarahkan perbedaan dalam suatu kerja sama kemanusiaan yang beradab
7)    Menjunjung tinggi asas musyawarah sebagai moral kemanusiaan yang beradab
8)    Mewujudkan dan mendasarkan suatu keadilan dalam kehidupan sosial agar tercapainya tujuan bersama.

Seterusnya nilai-nilai tersebut dikongkritisasikan dalam kehidupan bersama yaitu kehidupan kenegaraan yang baik menyangkut aspek moralitas kenegaraan, aspek politik, maupun aspek hukum dan perundang-undangan.


e.    Nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


    Nilai yang terkandung dalam sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan YME , Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia serta Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan  dalam permusyawaratan perwakilan.
Dalam sila kelima tsb terkandung nilai-nilai yang merupakan tujuan negara sebagai tujuan hidup bersama. Maka di dalam sila kelima tsb terkandung nilai keadilan yang harus terwujud dalam kehidupan bersama.

Konsekuensinya nilai-nilai keadilan yang harus terwujud dalam hidup bersama adalah meliputi :

1)     Keadilan distributif

Yaitu  suatu hubungan keadilan antara  negara terhadap warganya dalam arti pihak negaralah yang wajib memenuhi keadilan dalam bentuk keadilan membagi, dalam bentuk kesejahteraan, bantuan, subsidi, serta kesempatan dalam hidup bersama didasarkan atas hak dan kewajiban.

2)     Keadilan legal
Yaitu suatu hubungan keadilan antara warga negara terhadap negara dan dalam masalah ini pihak wargalah yang wajib memenuhi keaadilan dalam bentuk mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara.

3)    Keadilan komutatif

Yaitu sauatu hubungan keadilan antara wrga dengan lainnya secara timbal balik.
Nilai-nilai keadilan tsb haruslah merupakan suatu dasar yang harus diwujudkan dalam hidup bersama kenegaraan untuk mewujudkan tujuan negara yaitu :

      *   Mewujudkan kesejahteraan seluruh warganya
      *   Melindungi seluruh warganya
      *   Melindungi seluruh wilayahnya.
      *   Mencerdaskan seluruh warganya

Demikian pula nilai-nilai keadilan  tsb sebagai dasar dalam pergaulan  antar negara sesama bangsa di dunia dengan prinsip ingin menciptakan ketertiban hidup bersama  dalam suatu pergaulan antar bangsa di dunia dengan berdasar pada  prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi serta keadilan dalam hidup bersama.